Rabu, 26 Oktober 2016
Banjir Bandang di Gorontalo Meluas Hingga Sembilan Kecamatan
Banjir Bandang di Gorontalo Meluas hingga Sembilan
Kecamatan
Rabu, 26 Oktober 2016 | 18:12 WIB
GORONTALO, KOMPAS.com - Banjir bandang makin meluas di Kabupaten Gorontalo akibat hujan yang terus mengguyur wilayah itu.Sebelumnya, banjir menerjang tiga kecamatan, sekarang meluas hingga sembilan kecamatan.Sembilan kecamatan yang masih tergenang banjir antara lain Kecamatan Limboto, Limboto Barat, Tolangohula, Tibawa, Asparaga, Bilato, Dungaliyo, Tilango, dan Kecamatan Boliyohuto.Berdasarkan data dari Dinas Sosial Provinsi Gorontalo pada Rabu sore, ada 2.904 kepala keluarga atau 9.686 jiwa warga Kabupaten Gorontalo menjadi korban banjir.
Sabtu, 22 Oktober 2016
Outlet Samsat Plaza Pondok Gede Bekasi
Untuk Rekan-rekan yang tinggal di daerah Pondok Gede, jika ingin perpanjang STNK (Motor dan Mobil) bisa di Plaza Pondok Gede
Jadwal Samsat Keliling Bekasi
Jumat, 21 Oktober 2016
Otoritas Bandar Udara
Otoritas Bandar Udara merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan melalui Direktur Jenderal Perhubungan Udara.
Kegiatan pemerintahan dan otoritas bandar udara diatur dalam Pasal 226 sampai dengan 231 UURI No.1/2009. Dalam pasal-pasal tersebut diatur kegiatan pemerintahan yang meliputi pembinaan kegiatan penerbangan, kepabeanan, keimigrasian dan kekarantinaan dan otoritas bandar udara. Menurut Pasal 226 mengatakan kegiatan pemerintahan yang meliputi pembinaan kegiatan penerbangan dilakukan oleh otoritas bandar udara, sedangkan fungsi kepabeanan, keimigrasian dan kekarantinaan tetap dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Ketentuan lebih lanjut mengenai kegiatan pemerintahan di bandar udara diatur dengan Peraturan Menteri Perhubungan. Menurut Pasal 227 UURI No.1/2009, Menteri Perhubungan dapat membentuk satu atau beberapa otoritas bandar udara terdekat yang bertanggung jawab langsung kepada Menteri. Dalam pelaksanaan tugasnya, otoritas bandar udara berkoordinasi dengan pemerintah daerah.
Dasar Hukum
- Peraturan Menteri Pehubungan Nomor 41 Tahun 2011 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kantor Otoritas Bandar Udara
- Peraturan Menteri Pehubungan Nomor 22 Tahun 2015 tentang Peningkatan Fungsi Pengendalian Dan Pengawasan Oleh Kantor Otoritas Bandar Udara
- Peraturan Menteri Pehubungan Nomor 59 Tahun 2015 tentang Kriteria, Tugas Dan Wewenang Inspektur Penerbangan
- Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor : KP 459 Tahun 2015 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 41 Tahun 2011 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kantor Otoritas Bandar Udara
Fungsi Otoritas Bandar Udara
- Pelaksanaan pengaturan, pengendalian, dan pengawasan terhadap keselamatan, keamanan, kelancaran, serta kenyamanan penerbangan di bandar udara;
- Pelaksanaan koordinasi kegiatan pemerintahan di bandar udara;
- Pelaksanaan pengaturan, pengendalian dan pengawasan dibidang fasilitas, pelayanan dan pengoperasian bandar udara;
- Pelaksanaan pengaturan, pengendalian, dan pengawasan penggunaan lahan daratan dan/atau perairan bandar udara sesuai dengan rencana induk bandar udara;
- Pelaksanaan pengaturan, pengendalian, dan pengawasan penggunaan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan(KKOP) dan Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) serta Daerah Lingkungan Kepentingan Bandar Udara (DLKP);
- Pelaksanaan pengaturan, pengendalian, dan pengawasan pelaksanaan standar kinerja operasional pelayanan bandarudara, angkutan udara, keamanan penerbangan, pesawat udara dan navigasi penerbangan;
- Pelaksanaan pengaturan, pengendalian, dan pengawasan pelaksanaan pelestarian lingkungan bandar udara;
- Pelaksanaan pengaturan, pengendalian, dan pengawasan dibidang angkutan udara, kelaikudaraan dan pengoperasian pesawat udara di bandar udara, pelaksanaan ketentuan mengenai organisasi perawatan pesawat udara, serta sertifikat kompetensi dan lisensi personel pengoperasian pesawat udara;
- Pemberian sertifikat kelaikudaraan standar lanjutan(continous airworthiness certificate) untuk pesawat udara bukan kategori transport (non transport category) atau bukan niaga (non commercial);
- Pelaksanaan pengaturan, pengendalian dan pengawasan dibidang keamanan penerbangan dan pelayanan darurat dibandar udara
- Pelaksanaan urusan administrasi dan kerumah tanggaan Kantor Otoritas Bandar Udara.
Klasifikasi Kantor Otoritas Bandar Udara
Kantor Otoritas Bandar Udara diklasifikasikan ke dalam 3 (tiga) kelas terdiri dari :- Kantor Otoritas Bandar Udara Kelas Utama;
- Kantor Otoritas Bandar Udara Kelas I; dan
- Kantor Otoritas Bandar Udara Kelas II.
Wilayah Kerja
- Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I (Kelas Utama), membawahi provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung, Kalimantan Barat (Lokasi Kantor di Bandar Udara Soekarno Hatta, Tangerang)
- Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah II (Kelas I), membawahi provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau (Lokasi Kantor di Bandar Udara Kualanamu, Medan)
- Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III (Kelas I), membawahi provinsi Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan (Lokasi Kantor di Bandar Udara Juanda, Surabaya)
- Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV (Kelas I), membawahi provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur (Lokasi Kantor di Bandar Udara Ngurah Rai, Bali)
- Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V (Kelas I), membawahi provinsi Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah (Lokasi Kantor di Bandar Udara Hassanuddin, Makassar)
- Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VI (Kelas II), membawahi provinsi Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung (Lokasi Kantor di Bandar Udara Minangkabau, Padang)
- Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VII (Kelas II), membawahi provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah (Lokasi Kantor di dekat Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan)
- Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VIII (Kelas II), membawahi provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara (Lokasi Kantor di Bandar Udara Sam Ratulangi, Menado)
- Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IX (Kelas II), membawahi provinsi Papua Barat, Ditambah Bandar Udara Frans Kasiepo, Biak, dan Banda Udara Nabire, Nabire (Lokasi Kantor di Bandar Udara Rendani, Manokwari)
- Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah X (Kelas II), membawahi provinsi Papua (Lokasi Kantor di Bandar Udara Mopah, Merauke)
Rabu, 19 Oktober 2016
CISCO
Cisco atau Cisco System adalah sebuah perusahaan yang didirikan pada tahun 1984 oleh dua orang eks-staf Stanford University bernama Leonard Bosack dan Sandy K. Lerner. Bisnis Utama Cisco meliputi berbagai perangkat internetworking, seperti router, brige, hub dan swich.
Cisco IOS (Internerwork Operating System) adalah nama system operasi yang digunakan pada perangkat router dan switch buatan Cisco. IOS merupakan system operasi multitasking yang menyediakan fungsi- fungsi routing, switching, internetworking, dan telekomunikasi. Cisco IOS menyediakan command line interface (CLI) dan sekumpulan perintah dasar.
Cisco tidak hanya membuat perangkat jaringan computer. Namun juga menyediakan program pendidikan yang disebut Cisco Networking Academy. Tujuan utama dari program pendidikan tersebut yaitu untuk menghasilkan tenaga professional yang memahami jaringan computer secara teori maupun praktik.
Pada awalnya hanya ada sebuah jenjang pendidikan dan sebuah sertifikat saja, yaitu CCIE (Cisco Certified Internetwork Expert). Kemudian Cisco membuat track pendidikan yang lebih umum, seperti :
- Associate : CCNA, CCNA Concentrations, CCDA
- Profesional : CCNP, CCDP, CCSP, CCVP
- Expert : CCIE
Sumber : Cisco CCNA dan Jaringan Komputer by Iwan Sofana
Selasa, 18 Oktober 2016
Pesona Negeri di Atas Awan, di Kampung Lolai Toraja Utara
RANTEPAO, TRIBUN - Mau liburan di sebuah tempat yang rasanya berada di “negeri lain” di atas awan? Cobalah ke Kabupaten Toraja Utara, Sulsel, tepatnya di Kampung Lolai, Kecamatan Kapalapitu.
Kampung ini memiliki gugusan pegunungan yang beberapa puncaknya bisa dijangkau dan saat berada di lokasi tersebut tersaji hamparan awan di sekeliling puncak pegunungan di Kampung Lolai tersebut.
Berada di puncak Lolai dengan hamparan awan yang terlihat lebih rendah dari puncak seolah kita berada negeri di atas awan. Gugusan awan putih yang dihiasi pancaran sinar matahari di balik awan menimbulkaan lanskap alam yang sangat indah di mata.
Beberapa rumah Tongkonan, rumah khas warga setempat juga berada di sekitar puncak Lolai. Deretan rumah Tongkonan di kampung ini dinamai Tongkonan Lempe.
Teras Tongkonan bisa ditempati pengunjung bersantai sambil memuaskan diri menikmati hamparan awan putih bersama segelas kopi Toraja yang disajikan warga penghuni rumah Tongkonan tersebut.
Rumah Tongkonan milik warga kampung itu juga bisa disewa sebagai homestay wisatawan. Belum ada tarif khusus yang diatur karena Kampung Lolai “di atas awan” ini belum dikelola langsung pemerintah setempat.
Sewa rumah untuk menginap di kampung tersebut berdasarkan nego dan kesepakatan saja antar pengunjung dengan pemilik rumah. Biaya parkir dan jasa lainnya pun belum diberlakukan di kampung yang sejuk dan asri ini.
Namun, pengunjung juga bisa mendirikan tenda di puncak Lolai dan bermalam di tempat jika tak ingin melewatkan suasana siang dan malam di “negeri di atas awan” yang berada di ketinggian 1300 meter dari permukaan laut (mdpl).
Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2016/06/02/pesona-negeri-di-atas-awan-di-kampung-lolai-toraja-utara
GEMPA DALAM LAUT JAWA MENGGUNCANG LUAS HINGGA PADANG DAN DENPASAR
GEMPA DALAM LAUT JAWA MENGGUNCANG LUAS HINGGA PADANG DAN DENPASAR
HARI Rabu 19 Oktober 2016, pukul 07.25.57 WIB, gempabumi M 6,3 mengguncang kawasan yang luas mencakup Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lampung, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Padang, rata rata dalam skala intensitas II SIG BMKG atau III MMI. Variasi besarnya kekuatan guncangan sangat dipengaruhi kondisi tanah setempat di masing masing daerah.
Pusat gempa terletak pada koordinat 4,98 LS dan 108,15 BT tepatnya di Laut Jawa sebelah utara Jawa Barat dengan hiposenter mencapai kedalaman 615 km. Sehingga wajar dengan kedalaman ini guncangan gempa tersebar dalam spektrum sangat luas.
Meskipun gempabumi ini termasuk klasifikasi gempabumi kuat, tetapi patut disyukuri bahwa gempabumi ini merupakan gempabumi hiposenter dalam (deep focus earthquake) yang TIDAK BERPOTENSI MERUSAK DAN TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.
Gempabumi dalam dengan hiposenter melebihi 300 km di Laut Jawa merupakan fenomena menarik, karena sangat jarang terjadi.
Secara tektonik, zona Laut Jawa terletak di zona pertemuan lempeng yang memiliki keunikan tersendiri,i karena di wilayah ini Lempeng Indo-Australia menyusup curam ke bawah Lempeng Eurasia hingga kedalaman sekitar 625 km.
Jika ditinjau kedalaman hiposenter gempabumi yang terjadi dan mekanisme sumbernya yang berupa sesar turun (deep normal), maka aktivitas yang terjadi sangat mungkin masih dipengaruhi gaya gaya tarikan slab ke bawah.
Dalam hal ini gaya tarikan lempeng ke bawah (slabpull) yang lebih dominan karena pada kedalaman Zona Transisi Mantel bagian bawah terjadi ketidakseimbangan gaya yg dipengaruhi gaya apung lempeng (slab bouyancy) dan dominasi ada pada gaya menarik lempeng kebawah.
Aktifnya "deep focus earthquake" di Laut Jawa ini menjadi petunjuk bagi kita semua bahwa proses subduksi lempeng dalam di utara Pulau Jawa hingga kini masih berlangsung.***
Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG
HARI Rabu 19 Oktober 2016, pukul 07.25.57 WIB, gempabumi M 6,3 mengguncang kawasan yang luas mencakup Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lampung, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Padang, rata rata dalam skala intensitas II SIG BMKG atau III MMI. Variasi besarnya kekuatan guncangan sangat dipengaruhi kondisi tanah setempat di masing masing daerah.
Pusat gempa terletak pada koordinat 4,98 LS dan 108,15 BT tepatnya di Laut Jawa sebelah utara Jawa Barat dengan hiposenter mencapai kedalaman 615 km. Sehingga wajar dengan kedalaman ini guncangan gempa tersebar dalam spektrum sangat luas.
Meskipun gempabumi ini termasuk klasifikasi gempabumi kuat, tetapi patut disyukuri bahwa gempabumi ini merupakan gempabumi hiposenter dalam (deep focus earthquake) yang TIDAK BERPOTENSI MERUSAK DAN TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.
Gempabumi dalam dengan hiposenter melebihi 300 km di Laut Jawa merupakan fenomena menarik, karena sangat jarang terjadi.
Secara tektonik, zona Laut Jawa terletak di zona pertemuan lempeng yang memiliki keunikan tersendiri,i karena di wilayah ini Lempeng Indo-Australia menyusup curam ke bawah Lempeng Eurasia hingga kedalaman sekitar 625 km.
Jika ditinjau kedalaman hiposenter gempabumi yang terjadi dan mekanisme sumbernya yang berupa sesar turun (deep normal), maka aktivitas yang terjadi sangat mungkin masih dipengaruhi gaya gaya tarikan slab ke bawah.
Dalam hal ini gaya tarikan lempeng ke bawah (slabpull) yang lebih dominan karena pada kedalaman Zona Transisi Mantel bagian bawah terjadi ketidakseimbangan gaya yg dipengaruhi gaya apung lempeng (slab bouyancy) dan dominasi ada pada gaya menarik lempeng kebawah.
Aktifnya "deep focus earthquake" di Laut Jawa ini menjadi petunjuk bagi kita semua bahwa proses subduksi lempeng dalam di utara Pulau Jawa hingga kini masih berlangsung.***
Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG
Senin, 17 Oktober 2016
Jembatan Di Bali Ambruk
Senin, 16 Oktober 2016 TIM Medis ESR Pusdalops BPBD Bali, BASARNAS, Dinas PU, Dinas Kesehatan Prov. Bali dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali dan Kepala BASARNAS Denpasar berada di Nusa Lembong.
Berdasarkan hasil rapat & koordinasi dengan Perbekel Desa Nusa Ceningan & Nusa Penida serta Bupati Klungkung , Kepala BPBD Provinsi Bali, Dinas PU Provinsi Bali, BPBD Kab. Klungkung, Polisi serta TNI AD tentang kelanjutan data musibah putusnya jembatan penyeberangan yang menghubungkan Nusa Ceningan & Nusa Lembongan bahwa untuk korban
- Korban meninggal sejumlah 8 orang.
Identitas korban meninggal:
1. I Wyn Sutamat 49 tahun asal Jungut Batu
2. Pt Ardiana, 45 tahun asal Lembongan
3. Ni Wyn Merni, 55 tahun asal Jungut Batu
4. I Pt Surya, 3 tahun, asal Jungut Batu
5. I Gede Senan, 40 tahun Kutampi Nusa Penida
6. Ni Wyn Sumarti, 56 tahun Perempuan, Klatak
7. Ni Pt Krisna Dewi, 9 tahun Perempuan
8. Ni Kadek Mustika, 6 tahun Perempuan
2. Korban luka-luka 34 orang dan semuanya sudah kembali kerumah masing-masing
3. Sepeda motor yang tenggelam ke laut 17 motor dan semuanya sudah berhasil dievakuasi.
Sementara berita untuk korban yang hilang sampai saat ini Nihil/ tidak ada korban yang hilang.
Berdasarkan hasil rapat & koordinasi dengan Perbekel Desa Nusa Ceningan & Nusa Penida serta Bupati Klungkung , Kepala BPBD Provinsi Bali, Dinas PU Provinsi Bali, BPBD Kab. Klungkung, Polisi serta TNI AD tentang kelanjutan data musibah putusnya jembatan penyeberangan yang menghubungkan Nusa Ceningan & Nusa Lembongan bahwa untuk korban
- Korban meninggal sejumlah 8 orang.
Identitas korban meninggal:
1. I Wyn Sutamat 49 tahun asal Jungut Batu
2. Pt Ardiana, 45 tahun asal Lembongan
3. Ni Wyn Merni, 55 tahun asal Jungut Batu
4. I Pt Surya, 3 tahun, asal Jungut Batu
5. I Gede Senan, 40 tahun Kutampi Nusa Penida
6. Ni Wyn Sumarti, 56 tahun Perempuan, Klatak
7. Ni Pt Krisna Dewi, 9 tahun Perempuan
8. Ni Kadek Mustika, 6 tahun Perempuan
2. Korban luka-luka 34 orang dan semuanya sudah kembali kerumah masing-masing
3. Sepeda motor yang tenggelam ke laut 17 motor dan semuanya sudah berhasil dievakuasi.
Sementara berita untuk korban yang hilang sampai saat ini Nihil/ tidak ada korban yang hilang.
Langganan:
Postingan (Atom)








